Dosen PBI Dampingi Pembuatan Pop Up Book Media Pembelajaran Basic English Berbasis Kuliner Lokal di SMPN 14 Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kembali dilaksanakan oleh dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris melalui kegiatan pendampingan pembuatan Pop Up Book Set sebagai media pembelajaran Basic English di SMPN 14 Tanjungpinang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SMP dengan memanfaatkan media kreatif yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan siswa.

Kegiatan PkM ini diketuai oleh Rona Elfiza, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dengan melibatkan guru SMPN 14 Tanjungpinang, Miftakhul Jannah, S.Pd., sebagai anggota. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, yakni Tata Rahmi dan Cello Virgiola Pramudya, sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman serta penguatan peran mahasiswa dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi.

Fokus utama kegiatan pengabdian ini adalah pendampingan pembuatan Pop Up Book Set yang dirancang sebagai media pembelajaran Bahasa Inggris dengan mengangkat tema kuliner lokal khas Kepulauan Riau. Tiga judul pop up book yang dikembangkan dalam kegiatan ini adalah Boiled Gonggong, Tepung Gomak, dan Deram-deram. Pemilihan tema kuliner lokal bertujuan untuk memperkenalkan kearifan lokal kepada siswa sekaligus meningkatkan minat belajar bahasa Inggris melalui materi yang relevan dan familiar.

Melalui pendampingan ini, guru dan mahasiswa bersama-sama merancang konten bahasa, visual pop up, serta aktivitas pembelajaran yang mendukung penguasaan kosakata dan struktur dasar bahasa Inggris. Media pop up book diharapkan dapat membantu siswa memahami materi Bahasa Inggris secara lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah karena dinilai mampu memberikan alternatif media pembelajaran yang inovatif serta mendorong pembelajaran bahasa Inggris yang lebih kreatif dan kontekstual. Ke depan, hasil kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran di SMPN 14 Tanjungpinang serta menjadi inspirasi bagi pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal di sekolah lainnya.

Artikel Lainnya