Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Gelar Mini Seminar dan Workshop “Enhancing TEFL Practices in AI Age”

TANJUNGPINANG – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menyelenggarakan kegiatan Mini Seminar and Mini Workshop bertajuk “Enhancing TEFL Practices in AI Age” sebagai upaya strategis dalam memperkuat kompetensi dosen dan mahasiswa dalam merespons dinamika pembelajaran Bahasa Inggris di era kecerdasan buatan. Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan tantangan sekaligus peluang pemanfaatan teknologi AI dalam praktik Teaching English as a Foreign Language (TEFL).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten dari institusi nasional dan internasional. Narasumber pertama, Prof. Madya Dr. Zulida Binti Abdul Kadir dari Centre for Language Studies, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), memaparkan perspektif global terkait transformasi pedagogi bahasa Inggris di era AI. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya integrasi teknologi secara kritis dan etis, serta peran pendidik dalam memastikan bahwa AI berfungsi sebagai alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti peran guru.

Narasumber kedua, Assoc. Prof. Suswanto Ismadi Megah S., S.Pd., M.Ling., Ph.D. dari Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Riau Kepulauan, membahas praktik implementatif TEFL berbasis teknologi di konteks pendidikan Indonesia. Ia mengulas berbagai strategi pembelajaran adaptif, pemanfaatan platform digital, serta pengembangan asesmen bahasa yang selaras dengan capaian pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.

Mini seminar dan workshop ini diinisiasi oleh dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Satria Agust, S.S., M.Pd., CIAR, MCE., sebagai bentuk komitmen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dalam mendorong penguatan literasi digital dan inovasi pembelajaran. Melalui sesi diskusi dan workshop, peserta diajak untuk mengeksplorasi contoh penerapan AI dalam perencanaan pembelajaran, pengembangan materi, serta evaluasi pembelajaran bahasa Inggris.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris berharap dapat meningkatkan kesiapan sivitas akademika dalam menghadapi perubahan lanskap pendidikan bahasa, sekaligus memperkuat jejaring akademik lintas institusi di tingkat nasional dan internasional.

Artikel Lainnya